πŸ—“ [Jadwal] Bioskop Semarang Minggu ke-3 Februari 2026: Dominasi Horor di Awal Ramadan

Memasuki minggu ketiga bulan Februari 2026, momen Ramadan yang biasanya identik dengan konten religi ternyata tidak banyak dimanfaatkan oleh rumah produksi untuk menayangkan film bertema serupa. Apakah karena jadwal dari pihak bioskop yang sudah penuh, atau memang cerita bernuansa religi kurang "menjual" di mata penonton saat ini?

Kamis, 19 Februari 2026, yang menjadi hari rilis film Indonesia baru, kebetulan bertepatan dengan hari pertama puasa (meski ada yang sudah memulai lebih awal). Jika minggu sebelumnya layar bioskop lebih berwarna dengan drama, kali ini genre horor kembali mendominasi dengan keunikan tersendiri.

Bahkan, kami sempat melewatkan satu judul film karena tidak muncul dalam radar jaringan bioskop besar seperti XXI maupun Cinepolis di Kota Semarang. Rupanya, film tersebut memilih jalur distribusi gerilya di jaringan bioskop daerah atau tayang terbatas.

1. Pocong Merah

Disutradarai oleh Hendra Lee, film horor ini mengambil latar di Banyumas, tepatnya di sekitar Curug Cipendok. Film ini sejujurnya di luar prediksi kami. Ceritanya mengangkat teror dukun santet bernama Katiyem yang mati tragis dan bangkit kembali dalam balutan kain kafan merah.

Unik memang, apalagi judulnya. Jika biasanya kita membayangkan pocong berwarna putih, kali ini warnanya merah menyala. Kisahnya sendiri terinspirasi dari peristiwa kelam yang pernah terjadi di Kaliboyong, Yogyakarta, tentang penghakiman brutal warga terhadap terduga dukun santet. Dendam inilah yang memicu teror sang Pocong Merah.

Sayangnya, di Kota Semarang film ini tidak tayang. Distribusinya lebih fokus ke daerah asalnya seperti Banyumas, Purwokerto, dan Cilacap. Namun, poin yang kami garis bawahi adalah misi film ini untuk membuktikan bahwa sineas daerah punya taji untuk naik ke layar lebar. Sepertinya kesuksesan sineas Makassar mulai menular ke daerah lain untuk lebih percaya diri.

2. Taneuh Kalaknat

Film berdurasi 87 menit ini mencoba menggabungkan unsur horor tradisional dengan tren kekinian, yaitu ambisi YouTuber. Fokusnya pada grup kanal "The Eyes" yang terobsesi mencari konten di tempat angker demi popularitas, hingga akhirnya terjebak di tanah terkutuk (Taneuh Kalaknat).

Daftar pemainnya cukup menjanjikan dengan kolaborasi lintas generasi. Ada Adinda Thomas (yang sukses di KKN di Desa Penari) sebagai Dara, lalu Nagra Kautsar Pakusadewo (putra aktor legendaris Tio Pakusadewo), serta aktor senior Egi Fedly yang wajahnya seolah menjadi "jaminan" atmosfer mencekam.

Bukan sekadar hantu-hantuan, kami melihat film ini menyentuh sisi psikologis tentang keberanian yang melewati batas dan etika konten digital. Di Kota Semarang, film berlabel remaja ini bisa dinikmati di 5 bioskop.

  1. Mangkang
  2. Central City
  3. DP
  4. Setiabudi
  5. Uptown

3. Asrama Putri

Senada dengan Pocong Merah, film ini juga berangkat dari kisah nyata yang sempat viral di sebuah kampus ternama di Bogor terkait fenomena kesurupan massal. Namun, sutradara Wishnu Kuncoro berani menyelipkan isu sosial yang lebih sensitif, seperti sisi gelap kehidupan kampus dan prostitusi terselubung.

Menarik melihat Samuel Rizal kembali ke layar lebar sebagai Dosen Lazuardi, bersanding dengan Dea Annisa (Gwen). Plotnya berpusat pada misteri buku harian mahasiswi bernama Sally yang mengungkap transformasi cinta menjadi kebencian mematikan. Sebuah motif horor klasik yang biasanya tetap efektif menarik simpati penonton. Film berdurasi 93 menit ini tayang di 4 bioskop di Semarang.

  1. Mangkang
  2. Java
  3. DP
  4. Uptown

4. Antara Mama, Cinta, dan Surga

Setelah "diteror" tiga judul horor, akhirnya kita bertemu dengan drama keluarga yang kental nuansa religi dan budaya. Meski religinya tidak spesifik ke arah Ramadan, kehadirannya terasa menyejukkan. Film ini merupakan hasil kolaborasi PIM Pictures dengan HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) untuk menjangkau generasi muda.

Film ini menjadi debut layar lebar bagi Anneth Delliecia yang berperan sebagai kekasih Bernard (Aldy Maldini). Chemistry mereka diuji di tengah lanskap indah Danau Toba. Kehadiran Dharty Manullang sebagai sosok Mamak yang keras kepala namun penyayang memberikan nyawa pada konflik utama: pilihan antara menjadi PNS atau menuruti panggilan hati menjadi Pendeta.

Isu tentang ekspektasi orang tua vs panggilan hidup ini terasa sangat riil. Di Kota Semarang, film untuk semua umur ini tayang di 5 bioskop.

  1. Central City
  2. Citra
  3. Queen
  4. Setiabudi
  5. Uptown

Total 14 Film Indonesia

Ramadan yang hangat ternyata belum mampu menggeser dominasi horor di minggu ketiga bulan Februari ini di Semarang. Di luar genre tersebut, beberapa film rilisan minggu lalu terpaksa harus angkat kaki lebih awal.

  1. Antara Mama, Cinta dan Surga
  2. Taneuh Kalaknat
  3. Asmara Putri
  4. Waru
  5. Rumah Tanpa Cahaya
  6. Sengkolo Petaka Satu Suro (tayang kembali)
  7. Kuyank
  8. Kafir, Gerbang Sukma
  9. Sebelum Dijemput Nenek
  10. Alas Roban
  11. Esok Tanpa Ibu (tayang kembali)
  12. Sampai Titik Terakhirmu
  13. Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel
  14. Agak Laen: Menyala Pantiku

Menariknya, bioskop di Semarang juga dimanjakan dengan program Cinepolis yang menayangkan kembali film-film lama (re-run), serta beberapa judul dari XXI yang sempat turun layar tapi ditayangkan kembali. Total ada 14 film Indonesia yang sedang berputar di Ibu Kota Jawa Tengah saat ini.

Momen puasa tentu menjadi tantangan tersendiri. Bagi penonton, ini soal mengatur waktu di tengah ibadah, sedangkan bagi rumah produksi, ini adalah masa harap-harap cemas karena biasanya orang lebih malas keluar rumah saat awal Ramadan.

  • Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
  • Aiueo Macam Betool Aja

Bagaimana denganmu, film apa yang akan ditonton akhir pekan ini? Jangan lupa ajak kami jika punya kelebihan tiket, siapa tahu bisa jadi bahan review mendalam di blog selanjutnya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

πŸ‘‘ Agak Laen 2 Resmi Jadi Film Terlaris Sepanjang Masa, Komedi Jadi Raja di Tahun 2025

🌲 Alas Roban: Film Pertama yang Tembus 2 Juta Penonton di Tahun 2026

πŸ‘» Menakar Standar Baru Horor Lokal lewat Kuyank (Saranjana The Prequel)

πŸ‘» Malam 3 Yasinan: Menakar Nyali Film Horor Pertama Tahun 2026 di Kota Semarang

✉️ Uang Passolo, Film Pertama yang Tidak Tayang di Bioskop Kota Semarang Tahun 2026