Postingan

Menampilkan postingan dengan label Catatan

🎬 Menanti Oase Film Lokal di NSC Mangkang: Harapan yang Masih Menjadi PR

Gambar
Sudah satu setengah tahun berlalu sejak kunjungan perdana kami ke bioskop ke-12 di Kota Semarang ini. Ada ekspektasi besar yang kami sematkan waktu itu. Maklum, embel-embel sebagai bioskop independen dan jaringan lokal membawa angin segar bagi alternatif tontonan di Kota Atlas. Namun sayangnya, awal tahun 2026 ini harapan itu seolah kembali diuji. Ada apa sebenarnya? Dejavu di Awal Tahun 2026 Membuka lembaran tahun 2026, pecinta film di Semarang rupanya harus kembali gigit jari. Satu judul film Indonesia terbaru —kali ini dengan latar budaya Sulawesi yang kuat—terpaksa absen dari layar bioskop lokal. Cerita lama yang kami pikir takkan terulang lagi di tahun ini, nyatanya kembali menyapa. NSC Mangkang: Antara Oase dan Realitas Bisnis Pikiran ini sebenarnya sudah terlintas sejak NSC Mangkang resmi beroperasi. Kehadirannya kami anggap sebagai "mata air di padang pasir" di tengah dominasi jaringan nasional seperti XXI dan Cinepolis yang seringkali selektif. Kami menyadari, jarin...

🎬 Mengapa Comic 8 Revolution "Layu" di Bioskop Semarang?

Gambar
Harapan besar kami sematkan pada kehadiran film Comic 8 Revolution: Santet K4binet yang tayang perdana menjelang Natal, Rabu, 24 Desember 2025. Melihat deretan pemainnya yang bertabur bintang, seharusnya film ini menjadi amunisi kuat untuk menguasai layar bioskop di Kota Atlas. Namun, realitanya justru terasa kontras; film ini seolah gagal meledak di Semarang. Apakah ada yang merasakan hal yang sama? Film besutan rumah produksi Falcon Pictures ini sebenarnya menandai kembalinya franchise besar setelah vakum cukup lama. Ada perubahan signifikan di kursi penyutradaraan; jika seri sebelumnya identik dengan gaya meledak-ledak Anggy Umbara, seri Revolution kali ini digarap oleh Fajar Bustomi . Sebuah transisi yang secara visual lebih rapi, namun mungkin kehilangan "ruh" absurditas yang selama ini dicintai penggemar setianya. Bawa Rombongan Besar yang Dilematis Dari kacamata kami, jika hanya melihat durasi tayang yang sempat melewati sepekan, film Comic 8 sebenarnya sudah bisa...

👑 Agak Laen 2 Resmi Jadi Film Terlaris Sepanjang Masa, Komedi Jadi Raja di Tahun 2025

Gambar
Awal tahun 2026 menjadi momentum emas yang membuat sebagian besar insan perfilman tanah air boleh berbangga hati. Kesuksesan film Agak Laen 2: Menyala Pantiku! yang kini resmi bertakhta sebagai film terlaris sepanjang masa dengan raihan sementara 10,4 juta penonton, menjadi penutup tahun yang manis sekaligus pembuka tahun baru yang penuh optimisme. Rekor fenomenal ini sekaligus mengukuhkan bahwa sepanjang tahun 2025, tren genre komedi berhasil merebut takhta 'raja' di bioskop, menggeser dominasi horor yang sempat berkuasa selama bertahun-tahun. Kami menulis ini dengan perasaan lega, setelah sempat dilema harus memilih antara menonton Agak Laen 2 atau Patah Hati yang Kupilih minggu ini. Menembus Klub 10 Juta dalam 38 Hari Hadir di penghujung tahun dan tetap memberikan dampak luar biasa di awal tahun baru adalah prestasi yang luar biasa. Per Januari 2026, Agak Laen 2 telah menembus angka 10,5 juta penonton hanya dalam waktu sekitar 38 hari penayangan. Capaian ini menjadikanny...

💔 Patah Hati yang Kupilih: Sempat Pamit, Kini 'CLBK' di Bioskop Semarang

Gambar
Kami sempat bimbang. Antara ingin mengulas fenomena Agak Laen 2 yang sukses bertengger sebagai film terlaris sepanjang masa, atau menyoroti kisah Prilly Latuconsina yang justru sedang "patah hati" di bioskop-bioskop Semarang. Namun, sebuah kejutan muncul di layar aplikasi hari ini: film yang sudah turun layar itu mendadak tayang kembali. Akhirnya, kami memutuskan untuk mengulas film Patah Hati yang Kupilih . Sebagai selebriti dengan fanbase raksasa di Tanah Air, wajar jika kami menaruh ekspektasi lebih saat Prilly kembali ke layar lebar, apalagi berduet dengan Bryan Domani dalam balutan cerita yang dewasa. Realitas Layar yang Tak Kenal Ampun Dirilis pada 24 Desember 2025 , film produksi Sinemaku Pictures ini sebenarnya mengawali langkah yang cukup menjanjikan di Kota Semarang. Total ada 8 bioskop yang menayangkannya di hari perdana. Sebuah angka yang tergolong aman untuk memulai persaingan di tengah gempuran judul-judul tangguh seperti Agak Laen 2 dan Timur . Di Kota Semar...

🎬 Mengejutkan! Film Timur Sudah Turun Layar di Kota Semarang, Hanya Bertahan 10 Hari?

Gambar
Kami cukup terkejut mendapati film Timur sudah menghilang dari daftar putar bioskop-bioskop di Kota Semarang saat memperbarui jadwal film di laman X (Twitter). Antara bingung dan tidak menyangka, mengingat saat rilis perdana 18 Desember lalu, film ini seolah "menguasai" hampir seluruh layar bioskop di Kota Atlas. Mari kita bedah apa yang sebenarnya terjadi. Biasanya, film yang mampu mendominasi layar di Semarang pada hari pertama setidaknya punya napas hingga lebih dari dua minggu. Namun kenyataannya? Film bergenre drama-action ini justru layu sebelum berkembang. Salah Strategi Jadwal Rilis?   Mengambil slot minggu ketiga bulan Desember sejatinya adalah langkah yang sangat berani. Saat kami memantau jadwal di blog, Timur memang menjadi satu-satunya film Indonesia baru yang naik layar. Di satu sisi, ini adalah keuntungan karena minim kompetisi sesama produk lokal, kecuali film Agak Laen 2 yang masih sisa-sisa napas. Namun, jangan lupakan faktor raksasa yang membayangi: Pe...

🎭 Evolusi Gelap Fedi Nuril: Mengapa Wajah Alim Justru Jadi Senjata Mematikan di Film Horor?

Gambar
Ada yang sangat kontras saat kami memperhatikan poster film Qorin 2 . Sosok yang selama ini kami (dan mungkin Anda) kenal sebagai ikon pria baik-baik, romantis, dan identik dengan peran poligami, mendadak bertransformasi total. Wajahnya bersimbah darah, suasananya gelap, dan aura yang dipancarkan sangat menakutkan. Mari kita bedah fenomena ini. Selama dua dekade terakhir, image Fedi Nuril memang begitu "sempurna" di mata penonton, khususnya kaum hawa. Lewat film-film seperti Ayat-Ayat Cinta hingga Surga yang Tak Dirindukan , Fedi adalah representasi pria religi nan sabar. Namun di Qorin 2 , Fedi memberikan kejutan besar. Kehadirannya di layar lebar tidak lagi memancing rasa simpati, melainkan rasa was-was. Kami melihat langkah Fedi masuk ke semesta horor Qorin bukan sekadar coba-coba. Ini adalah cara ekstrem baginya untuk "membunuh" karakter lama demi lahir kembali sebagai aktor watak yang lebih berani. Lepas dari Jeratan "Spesialis Poligami" Kami pikir...

✈️ Dari Sosok Polos ke Profesional Angkasa: Menyambut Penampilan Nadya Arina sebagai Pramugari

Gambar
Sudah menjadi rahasia umum di antara para pengagum Nadya Arina bahwa peran Marni di film Sah! Katanya (rilis 28 April 2025) begitu membekas. Aktris berusia 28 tahun ini memang sudah wira-wiri di industri, namun peran Marni yang lugu dan membumi kala itu meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi kami. Di tengah kesederhanaan peran sebagai perempuan desa yang polos, paras ayu Nadya Arina tetap memancarkan daya pikat yang kuat. Justru dari visualisasi karakter yang begitu alami inilah, muncul sebuah harapan liar di benak kami (yang mungkin juga pernah tertulis di blog ini): betapa indahnya jika kecantikan alami dan keanggunan Nadya Arina suatu saat dipoles dalam seragam profesional, misalnya sebagai pramugari. Kini, harapan itu benar-benar terwujud. Transisi Total: Tiara si Awak Kabin Kami harus sejenak meninggalkan sosok Marni yang polos dan lugu. Pasalnya, Nadya Arina telah bertransformasi total memerankan sosok Tiara , seorang pramugari di film thriller drama psikologis terb...

🎬 'Cyberbullying' Mendadak Tayang Lagi di Bioskop NSC Mangkang Semarang, Ada Apa?

Gambar
Film bertema perundungan di lingkungan sekolah, 'Cyberbullying' , tiba-tiba kembali menyapa layar lebar di Semarang. Tepatnya, film ini diputar kembali di bioskop NSC Mangkang Semarang pada awal Desember ini. Meski tidak ada pengumuman resmi dari pihak produksi atau distributor, jadwal penayangannya terpampang nyata di Instagram NSC dan menarik perhatian kami. Kami mencatat, film ini tayang selama hampir sepekan di sana. 📷 Gambar cover adalah ilustrasi dan berasal dari Instagram @osis.smpn7bondowoso Kami sebelumnya sudah mengulas tuntas film 'Cyberbullying' saat rilis perdananya secara nasional pada 23 Oktober 2025. Sayangnya, pada penayangan perdananya kala itu, film ini absen dari jaringan bioskop besar seperti XXI dan Cinepolis, memilih jalur distribusi independen. Namun, film berdurasi 90 menit ini memang memiliki strategi khusus. Mereka memilih bioskop-bioskop tertentu untuk penayangan, dan giliran NSC Mangkang yang kembali menayangkannya secara spesial di awal ...

🖤 Samsara (2025): Ketika Film Hitam Putih Bisu Garin Nugroho Menantang Selera Bioskop Semarang

Gambar
Di era di mana selera penonton menjadi penentu utama meledaknya film layar lebar, ternyata ada sutradara yang dengan berani menyajikan karya yang menantang arus. Pertanyaannya, Film dengan warna hitam putih di tahun 2025? Kami pikir hanya sutradara sekelas Garin Nugroho yang berani dan mampu menghadirkan karya tak biasa seperti yang tengah tayang saat ini: Film Samsara . Meskipun baru rilis di bioskop Indonesia pada 20 November 2025, film ini sebenarnya sudah premiere global sejak 2024 dan bahkan sukses menyabet penghargaan bergengsi. Buktinya, Samsara sudah mengantongi 4 Piala Citra di FFI 2024, termasuk penghargaan Sutradara Terbaik dan Sinematografi Terbaik. Sinopsis Singkat: Perjanjian dengan Raja Monyet Samsara sendiri berlatar di Bali pada tahun 1930-an. Film ini bercerita tentang Sugih (diperankan oleh Ario Bayu), seorang pria desa yang terperangkap dalam ambisi dan keserakahan. Demi cinta, kekuasaan, dan kekayaan, Sugih menjalin perjanjian mistis dengan Raja Monyet (Hanung...

💔 Gagal Box Office di Semarang? Kenapa Rangga & Cinta Rebirth Gagal Tembus 1 Juta Penonton

Gambar
Film Rangga & Cinta yang merupakan Rebirth dari Ada Apa Dengan Cinta? akhirnya harus merelakan diri keluar dari bioskop Kota Semarang. Selama 42 hari penayangan, atau kurang lebih sebulan lebih, film ini belum sama sekali menyentuh angka box office yang diharapkan. Jelas, ini menjadi pertanyaan besar: Ada apa dengan Rangga & Cinta? Rebirth ini hadir dengan beban warisan yang sangat berat. Tentu kita ingat, Ada Apa Dengan Cinta? adalah film ikonik yang mendefinisikan romansa remaja Indonesia di awal tahun 2000-an. Kesuksesan legendaris itu membuat ekspektasi publik melambung tinggi. Sayangnya, terlepas dari casting yang menjanjikan dan niat baik untuk membangkitkan kembali kisah legendaris ini, perjalanan film di bioskop Kota Semarang—dan juga di kota-kota lain—berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Postingan aslinya di sini Lantas, apa yang membuat Rebirth Rangga dan Cinta ini tersandung di tengah jalan? Analisis mendalam yang kami lakukan menunjukkan ada tiga fa...

Misteri Cepat Turun Layar: Ada Apa dengan Film Rangga & Cinta di NSC Mangkang Semarang?

Gambar
Hingga pekan kedua pasca-rilisnya pada 2 Oktober, film Rangga & Cinta sejatinya masih menunjukkan taringnya di berbagai bioskop Semarang. Film remake dari nostalgia AADC (2002) ini bahkan bersaing ketat mendominasi layar dengan Kang Solah . Namun, di tengah performa apik tersebut, sebuah misteri muncul. Film Rangga & Cinta mendadak hilang dari jadwal tayang di salah satu bioskop lokal favorit, NSC Mangkang . Padahal, pada awal rilis, seluruh jaringan bioskop di kota ini kompak menayangkannya. Hanya bertahan sepekan, Rangga & Cinta versi 2025 sudah turun layar per hari Kamis, 9 Oktober 2025 di NSC Mangkang. Menariknya, bioskop Cinepolis Java Supermall sempat melakukan hal serupa, namun esok harinya film ini kembali tayang. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di balik keputusan NSC Mangkang ini? Pertanyaan ini hanyalah rasa penasaran yang menggelitik kami . Mengingat kami tidak memiliki kerja sama dengan pihak produser film maupun pengelola bioskop, informasi yang kami b...