🗓 Daftar Film Indonesia yang Rilis 29 Januari 2026 di Bioskop Kota Semarang

Menutup bulan Januari, bioskop Tanah Air kembali disuguhi empat film Indonesia baru. Namun sayangnya, yang mendarat di Kota Semarang hanya ada tiga judul. Satu film lainnya kembali absen di layar bioskop kota kita, meski secara visual film tersebut sebenarnya cukup menjanjikan dengan latar luar negeri. Mari kami ajak menelusurinya lebih dalam.

Awal tahun 2026 ini bagi kami penuh kejutan. Setelah kabar gembira salah satu film Indonesia sukses menembus angka 1 juta penonton, ternyata ada dua film yang memilih "absen" alias tayang terbatas di beberapa kota saja, dan salah satunya adalah Semarang. Menarik untuk dinantikan kejutan apa lagi yang ada di bulan Februari besok. Namun sebelum itu, mari fokus pada daftar rilisan Kamis, 29 Januari 2026.

Kafir: Gerbang Sukma

Genre horor kembali menyapa lewat tangan dingin sutradara Azhar Kinoi Lubis. Yang menarik perhatian kami adalah kehadiran Nadya Arina. Tahun ini ia terasa sangat produktif; ini bukan film horor pertamanya, bahkan film lain yang ia bintangi pun masih terpajang di poster bioskop saat ini.

Berdurasi 108 menit dengan label dewasa, film produksi Starvision ini merupakan sekuel dari semesta Kafir yang kental dengan atmosfer horor klasik. Ceritanya melanjutkan perjalanan Sri (Putri Ayudya). Delapan tahun pasca kematian suaminya, ia harus pulang ke kampung halaman untuk menghadapi dosa masa lalu yang mengancam keluarganya.

Jika di film pertama akting Putri Ayudya sebagai sosok Ibu begitu menghantui, di sekuel ini kita akan melihat sisi manusianya yang lebih rapuh. Bagusnya, film ini tidak sekadar menjual jumpscare atau "setan-setanan", melainkan sebuah drama keluarga yang dibalut kengerian. Selain Nadya Arina, ada pula Rangga Azof yang melakukan debut horornya di sini, keluar dari zona nyaman peran drama romantis yang selama ini melekat padanya.

Gerbang Sukma membawa premis realistis yang dekat dengan budaya kita: "Apa yang ditanam orang tua, akan dituai oleh anaknya." Penonton dibuat bergidik bukan karena sosok gaib semata, tapi karena merasa "adu nasib" dengan karakternya. Di Kota Semarang, film ini rilis di 10 bioskop dan memulai langkahnya dengan cukup solid.

  1. Mangkang
  2. Java
  3. Central City
  4. Citra
  5. DP
  6. Paragon
  7. Queen
  8. Majapahit
  9. Setiabudi
  10. Uptown

Kuyank

Kejutan lain datang dari film Kuyank. Kami memberikan apresiasi tinggi pada produksinya yang sangat menghargai kearifan lokal. Bayangkan, film ini melibatkan sekitar 1.500 warga lokal sebagai figuran dan menggunakan dialek Bahasa Banjar hingga 50% dalam dialognya demi menjaga keaslian suasana.

Disutradarai oleh Johansyah Jumberan, film berdurasi 98 menit ini mengusung misi serius memperkenalkan budaya Kalimantan. Ceritanya berfokus pada Rusmiati yang mengambil jalan gelap ilmu Kuyang demi keabadian, namun malah menjadi teror bagi desanya. Ada cerita menarik dari Rio Dewanto yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Kalimantan berkat film ini. Ia terkesan dengan keramahan warga Banjar, meski sempat heran melihat banyaknya warung "Wong Solo" di sana.

Secara teknis, sosok Kuyang yang biasanya sulit dieksekusi agar tidak terlihat "murahan" ditangani oleh LMN Studio—pemenang Piala Citra dua kali berturut-turut. Hasilnya, visual Kuyang di sini diklaim sangat detail.

Satu pesan penting dari Putri Intan Kasela (pemeran Rusmiati): "Kuyang itu manusia, bukan arwah." Film ini lebih condong ke arah tragedi cinta dengan tekanan adat. Menariknya lagi, Kuyank merupakan prekuel dari semesta Saranjana: Kota Ghaib (2023). Sayangnya, di Kota Semarang film ini hanya mendapatkan jatah di 3 bioskop saja.

  1. Mangkang
  2. DP
  3. Queen

3. Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?

Hadir sebagai penyejuk di antara gempuran horor, film garapan Jay Sukmo ini menawarkan drama keluarga yang sangat membumi. Film berdurasi 113 menit ini menjadi momen comeback Revalina S. Temat setelah vakum cukup lama. Ia tampil matang sebagai Sarah, seorang single mother yang berjuang bangkit dari pengkhianatan.

Cerita ini terasa sangat jujur karena terinspirasi dari kisah nyata sang penulis, Utiuts, saat melihat perjuangan ibunya sendiri. Konfliknya pun tak biasa: Sarah harus menampung mantan suami dan istri barunya (diperankan oleh Megan Domani) dalam satu atap karena alasan kemanusiaan. Sebuah "uji keikhlasan" yang luar biasa.

Melalui karakter Laila (Annisa Kaila), kita juga diajak melihat dampak psikologis broken home dari sudut pandang anak. Meski terasa sangat lokal, film ini melibatkan kolaborasi internasional dengan Astro Shaw Malaysia. Di Semarang, drama religi ini tayang di 7 bioskop. Kita lihat saja apakah jumlah layarnya akan bertambah lusa nanti.

  1. Mangkang
  2. Java
  3. Citra
  4. Queen
  5. The Park
  6. Setiabudi
  7. Uptown

4. Tolong Saya! (Dowajuseyo)

Terakhir, ada film yang mengambil latar dan napas visual di Korea Selatan. Sayangnya, film bergenre drama horor ini tidak diputar di Kota Semarang dan menjadi film kedua yang absen di kota kita minggu ini.

Detail filmnya klik di sini.

Tolong Saya! adalah hasil kolaborasi MVP Pictures dengan tim lokal Korea. Berbeda dengan horor kita yang biasanya "lembap" dan gelap, film ini memanfaatkan estetika musim dingin yang cantik namun mencekam. Kontras antara salju putih dan teror berdarah memberikan polesan visual yang sangat modern.

Di balik horornya, ada kritik sosial soal perundungan (bullying) di Korea. Kata "Dowajuseyo" bukan sekadar teriakan minta tolong hantu, tapi suara korban yang terabaikan. Sebuah eksperimen estetika yang berani dan stylish. Sangat disayangkan warga Semarang tidak bisa menikmatinya di layar lebar akhir pekan ini.

Update Bioskop Semarang

Dengan masuknya tiga film baru di atas, saat ini ada total 9 judul film Indonesia yang sedang nangkring di bioskop Kota Semarang. Menariknya, film-film dari minggu sebelumnya belum ada yang angkat kaki.

  1. Kafir, Gerbang Sukma 🆕
  2. Kuyank 🆕
  3. Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? 🆕
  4. Sengkolo Petaka Satu Suro 
  5. Sebelum Dijemput Nenek 
  6. Esok Tanpa Ibu 
  7. Alas Roban 
  8. Penerbangan Terakhir
  9. Agak Laen 2

Agak Laen 2 bahkan masih bertahan kuat hingga hari ke-64 atau dua bulan lebih sejak dirilis. Apakah benar-benar ingin mengincar sampai bulan puasa nanti? Kita lihat saja.

Bagaimana dengan pembaca, film apa yang akan mengisi akhir pekan kali ini? Jangan lupa ajak kami jika kebetulan ada tiket nganggur, siapa tahu kami bisa jadi teman ceritamu di bioskop.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

🚨 [UPDATE] Tolong Saya! (Dowajuseyo) Ternyata Diputar di Bioskop NSC Mangkang Semarang

🎬 Menanti Oase Film Lokal di NSC Mangkang: Harapan yang Masih Menjadi PR

🌲 Alas Roban: Film Pertama yang Tembus 1 Juta Penonton di Tahun 2026

🗓 3 Film Indonesia Baru Rilis 22 Januari 2026: Ada Dian Sastro hingga "Kawan" Kami Agus Mulyadi