Postingan

Menampilkan postingan dengan label sejarah

🎬 Lolos dari Seminggu, Film "Lobang Buaya" Pamit dari Bioskop Semarang di Hari Ke-13

Gambar
Setelah sebelumnya kami sempat mengulas Djamin Setia Selamanya yang harus menyudahi penayangannya dalam waktu seminggu di Semarang, kali ini giliran film berlatar peristiwa sejarah lainnya yang pamit dari bioskop lokal: Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah . Film ini resmi menyelesaikan masa edarnya di Kota Semarang pada Rabu, 14 Oktober 2026. Dengan penutupan layar tersebut, Lobang Buaya mencatatkan durasi tayang selama 13 hari di layar lebar lokal—sebuah catatan performa yang lumayan tangguh untuk dinamika perbioskopan daerah. Catatan Dinamika NSC Mangkang Perjalanan 13 hari film ini di Semarang menyimpan dinamika layar yang cukup menarik untuk diarsipkan. Setelah dilepas dari seluruh jaringan XXI pusat kota pada hari ke-7, Lobang Buaya ternyata masih mendapat ruang penayangan secara terus-menerus di bioskop independen NSC Mangkang dari hari ke-8 hingga hari terakhirnya. Kehadiran film ini di NSC Mangkang hingga hari ke-13 memperlihatkan bagaimana fleksibilitas jalur di...

🎬 Sayang Sekali, "Djamin Setia Selamanya" yang Syuting di Semarang Cuma Bertahan Seminggu di Bioskop

Gambar
Kabar turun layarnya film Djamin Setia Selamanya di bioskop Kota Semarang terasa cukup menyesakkan. Masuk hari ke-8 penayangan, film biopik sejarah garapan sutradara Rako Prijanto ini sudah bersih dari jadwal tayang bioskop-bioskop lokal. Praktis, masyarakat Semarang hanya diberi waktu satu minggu untuk menyaksikan kisah perjuangan Pahlawan Nasional Letjen TNI (Purn) Djamin Ginting di layar lebar. Padahal, ada daya tarik tersendiri bagi penonton lokal. Film yang ditulis oleh Titien Wattimena dan Lynda Ulviana ini menjadikan sudut-sudut cagar budaya di Kota Semarang sebagai panggung utama pengambilan gambar. Spot Semarang yang Disulap Jadi Era Kolonial Bagi yang sempat menonton atau menyaksikan cuplikan trailer -nya, beberapa sudut Kota Semarang tampil begitu estetik dan autentik merepresentasikan atmosfer tahun 1930 hingga 1940-an. Screenshoot video trailer dari YouTube Salah satu yang paling kentara adalah kawasan Kota Lama Semarang. Dalam salah satu adegan jalanan, latar bangunan ik...

Asal Muasal Angka 21 di Bioskop Cinema XXI

Gambar
Terinspirasi dari artikel detikfinance yang diterbitkan hari Jumat kemarin tanggal 7 Juli 2023. Meski mungkin banyak bertebaran di mesin google, ternyata kami baru mengetahuinya setelah membaca artikel tersebut. Sudah 30 tahun lebih perjalanan bioskop Cinema XXI yang dikelola PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk yang hadir di 55 kota di Indonesia dengan 225 lokasi serta 1.216 layar sudah menemani masyarakat. Dalam artikel, Direktur Utama PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, Hans Gunadi memberikan penjelasan saat konferensi pers bahwa asal angka 21 itu berasal dari bioskop yang berdiri untuk pertama kalinya dengan berlokasi di Jalan Thamrin Kavlin 21. Angka 21 ini yang akhirnya jadi branding bioskop hingga sekarang. Cinema XXI juga disebut sebagai multipleks modern pertama di Indonesia. Dari penelusuran kami di google, Cinema XXI yang ditulis sebagai nama dagang didirikan pada tanggal 21 Agustus 1987. Apakah kalian seumuran atau lebih muda? Di Kota Semarang sendiri, jumlah bioskop yang berada d...