👻 Malam 3 Yasinan: Menakar Nyali Film Horor Pertama Tahun 2026 di Kota Semarang
Sebagai film horor pertama yang dirilis pada tahun 2026, Malam 3 Yasinan memikul beban berat untuk menjadi standar pembuka bagi genre serupa sepanjang tahun nanti. Dari judulnya saja, aura horornya sudah merasuk ke pikiran kami. Kami pikir, sudah sepantasnya awal tahun disuguhkan tontonan yang mengena, namun sayangnya, harapan besar tersebut terasa lunglai saat melihat performanya di layar bioskop Kota Semarang.
Ada ekspektasi tinggi yang kami sematkan pada karya yang kental dengan nuansa era 80-an ini. Apalagi produksinya terlihat tidak main-main dalam urusan estetika. Riset mendalam dilakukan demi menghidupkan kembali suasana tahun 1987 dan 1993 ke layar lebar. Mulai dari gaya bahasa, model pakaian, hingga interior rumah keluarga Djoyodiredjo yang klasik sekaligus megah, semuanya dirancang untuk memberikan kesan horor yang "elegan" dengan napas vintage.
Ekspektasi vs Realita di Bioskop Semarang
Sayangnya, bulan Januari menjadi medan yang sulit dilewati oleh film arahan sutradara Yannie Sukarya ini. Dominasi film-film dari akhir tahun sebelumnya, seperti Agak Laen 2, masih terlalu tangguh untuk digeser.
Ide awal film ini sendiri sebenarnya sangat personal, terinspirasi dari mimpi buruk sang sutradara. Yannie merasa suasana yasinan yang seharusnya tenang bisa berubah menjadi mencekam jika ada "sesuatu" yang belum tuntas. Dari sanalah premis rahasia kelam keluarga konglomerat ini muncul.
Entah kenapa film ini kurang menggigit di Kota Semarang. Padahal, judulnya sangat menjanjikan teror religius yang mencekam. Apakah karena penonton Semarang lebih menyukai non-stop jump scare sementara film ini lebih ke arah horor-misteri dengan tempo yang lambat? Atau mungkin karena bumbu drama keluarganya yang terlalu kental?
Perjalanan Singkat di Balik Layar Lebar
Awal perjalanannya di Semarang memang sudah terlihat kurang meyakinkan. Saat rilis perdana 8 Januari lalu, hanya ada dua bioskop yang menayangkan, yakni NSC Mangkang dan DP XXI.
![]() |
| Postingan aslinya klik di sini |
Sempat ada angin segar di hari kedua dengan tambahan dua layar lagi di Central City dan Majapahit XXI, membuat film yang dibintangi Wulan Guritno ini tembus di empat bioskop. Namun, tren positif itu tidak bertahan lama. Memasuki hari ketujuh, tiga bioskop kompak menurunkan layar. Praktis, hanya Cinepolis Mangkang yang bertahan sebagai benteng terakhir hingga akhirnya film ini benar-benar pamit dari Kota Atlas pada hari kedelapan.
Totalitas Wajah-Wajah Lama
Dari jajaran pemain, Wulan Guritno yang juga merangkap produser memboyong putrinya, Shaloom Razade, untuk terlibat. Debut Shaloom di sini terbilang cukup berat karena ia harus memerankan dua karakter sekaligus: Samira dan Sara (saudara kembar yang sudah menjadi mayat).
Kabarnya, dalam sehari Shaloom bisa ganti make-up prostetik hingga tiga kali. Bayangkan, proses pasang make-up hantu saja butuh waktu 2,5 jam. Sebuah totalitas yang patut diapresiasi lebih. Film ini juga menjadi panggung comeback bagi Hamish Daud dan Baim Wong ke layar lebar yang memberikan bobot lebih pada sisi drama keluarga.
Filosofi Jawa yang Kelam
Terakhir, hal menarik yang kami tangkap adalah bagaimana film ini mengangkat filosofi Jawa "Mikul Dhuwur Mendhem Jero" dengan cara yang sangat kelam. Tokoh Opa Hendra selaku kepala keluarga berusaha menjaga martabat keluarga dengan "mengubur dalam-dalam" rahasia masa lalu. Namun, film ini seolah ingin mengingatkan bahwa sesuatu yang dikubur terlalu dalam pun akhirnya akan "meledak" dan menuntut balas pada waktunya.
Sayang memang, napasnya di Semarang begitu singkat. Apakah kamu salah satu dari sedikit orang yang sempat menonton filmnya sebelum turun layar?
Artikel terkait :
- 🗓 Jadwal Bioskop Semarang: Kamis Minggu Pertama Bulan Januari 2026, Ada 3 Film Baru + 1 Tidak Tayang
- ✉️ Uang Passolo, Film Pertama yang Tidak Tayang di Bioskop Kota Semarang Tahun 2026
- 💻 Esok Tanpa Ibu (Mothernet): Ketika Kecerdasan Buatan Mencoba Menggantikan Kasih Sayang
- 🚨 [UPDATE] Tolong Saya! (Dowajuseyo) Ternyata Diputar di Bioskop NSC Mangkang Semarang
- Lainnya


Komentar
Posting Komentar