🎬 Mengapa Comic 8 Revolution "Layu" di Bioskop Semarang?

Harapan besar kami sematkan pada kehadiran film Comic 8 Revolution: Santet K4binet yang tayang perdana menjelang Natal, Rabu, 24 Desember 2025. Melihat deretan pemainnya yang bertabur bintang, seharusnya film ini menjadi amunisi kuat untuk menguasai layar bioskop di Kota Atlas. Namun, realitanya justru terasa kontras; film ini seolah gagal meledak di Semarang. Apakah ada yang merasakan hal yang sama?

Film besutan rumah produksi Falcon Pictures ini sebenarnya menandai kembalinya franchise besar setelah vakum cukup lama. Ada perubahan signifikan di kursi penyutradaraan; jika seri sebelumnya identik dengan gaya meledak-ledak Anggy Umbara, seri Revolution kali ini digarap oleh Fajar Bustomi. Sebuah transisi yang secara visual lebih rapi, namun mungkin kehilangan "ruh" absurditas yang selama ini dicintai penggemar setianya.

Bawa Rombongan Besar yang Dilematis

Dari kacamata kami, jika hanya melihat durasi tayang yang sempat melewati sepekan, film Comic 8 sebenarnya sudah bisa dianggap bertahan di Semarang. Namun, karena film ini membawa "rombongan besar"—merujuk pada jajaran pemain kelas A—hasil akhirnya terasa dilematis.

Nama-nama seperti Andre Taulany, Hesti Purwadinata, Indro Warkop, hingga Oki Rengga sudah menegaskan betapa besarnya skala film ini. Belum lagi deretan cameo mentereng seperti Cak Lontong, Tora Sudiro, hingga Vino G. Bastian. Dengan amunisi sebanyak itu, bertahan hanya dua minggu di bioskop Semarang tentu bukan sebuah prestasi yang membanggakan bagi film sekaliber Comic 8.

Tersapu Badai "Agak Laen 2"

Secara realistis, kami melihat ada faktor eksternal yang sangat dominan: Agak Laen 2. Di saat Comic 8 Revolution mencoba peruntungan dengan satire politik dan klenik, publik Semarang tampaknya lebih terpikat oleh magnet Agak Laen 2 yang fenomenal hingga menembus angka 10 juta penonton secara nasional.

Dominasi layar Agak Laen 2 di bioskop-bioskop seperti DP Mall, Paragon, hingga The Park Semarang membuat Comic 8 terhimpit. Di awal rilis, film ini hanya mendapatkan sekitar 7 bioskop di Semarang. Angka yang tergolong kecil untuk sebuah film blockbuster. Akibatnya, ketika word of mouth tidak sekuat kompetitornya, jumlah penonton pun melandai tajam hingga akhirnya harus turun layar lebih cepat dari perkiraan.

Sukses di Masa Lalu yang Sulit Terulang

Pendahulu film Comic 8 selalu dinanti dan menjadi hits yang sangat ikonik. Namun, pasar bioskop tahun 2025/2026 ini sudah jauh berubah. Penonton kini lebih selektif dan punya standar komedi yang berbeda. Meski secara nasional sempat menyentuh angka 500 ribuan penonton, pencapaian ini terasa nanggung bagi sebuah misi "revolusi".

Bagi kami, kegagalan Comic 8 Revolution mencuri perhatian lebih lama di Semarang menjadi pengingat bahwa nama besar dan deretan bintang tak lagi menjadi jaminan mutlak. Ada rasa rindu pada formula lama, namun ada juga kenyataan bahwa tren komedi aksi memang sedang mendapat tantangan berat dari komedi situasi yang lebih membumi.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

🗓 3 Film Indonesia Baru Rilis 22 Januari 2026: Ada Dian Sastro hingga "Kawan" Kami Agus Mulyadi

🌲 Alas Roban: Film Pertama yang Tembus 1 Juta Penonton di Tahun 2026

🎬 Menanti Oase Film Lokal di NSC Mangkang: Harapan yang Masih Menjadi PR

🗓 Jadwal Bioskop Semarang: Kamis Minggu Pertama Bulan Januari 2026, Ada 3 Film Baru + 1 Tidak Tayang