🗓 Dominasi Horor di Awal Maret: Dari Karya Akademisi UGM Hingga Nostalgia Terakhir Babe Cabita
Awal Maret 2026 yang bertepatan dengan momen bulan puasa tahun ini ternyata belum membawa banyak perubahan di layar lebar. Harapan untuk melihat banjir film religi tampaknya masih harus tertahan. Kalaupun ada, film non-horor harus ekstra berjuang demi mempertahankan jumlah layar di tengah gempuran "setan-setan" bioskop.
Kamis (5/3) minggu pertama ini, bioskop tanah air kedatangan tiga film baru. Tak sulit membedakannya, cukup intip judulnya saja kita sudah tahu mana yang drama keluarga dan mana yang mengusung teror ke dalam studio. Berikut catatan kami untuk ketiga film tersebut:
Setan Alas!: Eksperimen Berkelas dari Kampus UGM
Dominasi warna merah dengan bayangan karakter yang misterius memberi kekuatan tersendiri pada poster Setan Alas!. Film besutan sutradara Yusron Fuadi ini tampil percaya diri dengan deretan tanda bintang dan label prestasi dari berbagai festival film internasional.
Secara teknis, film produksi Akasacara Film ini selangkah lebih unggul secara branding dibanding dua kompetitornya. Meski sinopsisnya terkesan klise—sekelompok mahasiswa terjebak teror di vila—setelah kami ulik, genrenya ternyata Meta Horor dan Sci-Fi. Sebuah istilah yang mungkin masih asing bagi sebagian penonton kita.
Singkatnya, film ini seolah "sadar" bahwa dirinya adalah film. Karakter di dalamnya bisa mengomentari situasi mereka sendiri layaknya penonton yang sedang mengkritik film horor. Unik, segar, dan sangat berani. Butuh waktu 3 tahun sejak menang di JAFF 2023 bagi film ini untuk akhirnya tayang nasional. Sorotan utama tentu pada sang sutradara yang merupakan dosen UGM; ia membuktikan karya akademisi punya kualitas jempolan yang mampu menembus industri komersial.
Di Kota Semarang, Setan Alas! cukup beruntung karena berhasil mengamankan slot di 3 bioskop.
- Mangkang
- Java
- Citra
Setannya Cuan: Penantian 6 Tahun dan Haru Nostalgia
Berbeda dengan Setan Alas! yang eksperimental, Setannya Cuan (Djoerig Salawe) membawa latar belakang produksi yang penuh drama. Film yang ditulis Fajar Umbara ini sejatinya adalah "stok lama" yang diproduksi tahun 2019 namun gagal tayang akibat pandemi.
Setelah tertunda 6 tahun dan sempat berganti judul, film produksi Radepa Studio ini akhirnya "bangkit dari kubur". Bagi pecinta komedi, film ini adalah kado spesial sekaligus mengharukan karena menjadi penampilan terakhir mendiang Babe Cabita. Melihat aksi jenaka almarhum sebagai Poltak tentu membawa getaran nostalgia tersendiri.
Mengambil latar fenomena sosial tentang obsesi kaya mendadak (pesugihan), film ini dibintangi sederet nama besar seperti Joe P Project, Candil, hingga Fico Fachriza. Sayangnya, di Kota Semarang, Setannya Cuan harus sedikit "menderita" karena hanya diputar di 1 bioskop saja per hari ini.
- Setiabudi
Juara Sejati: Mengangkat Mitos Rambut Gimbal Dieng
Jika poster film horor di atas punya daya tarik visual, poster Juara Sejati terasa lebih sederhana bagi kami. Beruntung, ada sosok aktris senior Yatti Surachman yang memberikan nyawa pada posternya. Produktivitas beliau di usia senja sungguh luar biasa.
Film ini bukan sekadar drama, tapi juga media promosi Jawa Tengah yang apik. Mengambil lokasi syuting di dataran tinggi Dieng, penonton diajak mengenal tradisi "Ruwatan Rambut Gimbal". Ceritanya fokus pada tiga sahabat yang mengejar mimpi di tengah keterbatasan. Mengingat labelnya yang Semua Umur (SU), film ini sangat aman untuk tontonan keluarga saat ngabuburit.
Nasibnya di Semarang sama dengan Setannya Cuan, hanya mendapatkan 1 tempat penayangan. Kami cukup ragu film ini bisa bertahan lebih dari sepekan jika tidak ada lonjakan penonton yang signifikan.
- DP Mall
Update Bioskop Semarang: 9 Film Bersaing
Kehadiran 3 film baru ini melengkapi daftar tontonan di Kota Semarang menjadi total 9 film. Menariknya, film Alas Roban masih menunjukkan taringnya sebagai yang paling awet dengan masa tayang mencapai 50 hari, disusul oleh film Kuyank.
- Juara Sejati (baru)
- Setan Alas! (baru)
- Setannya Cuan (baru)
- Titip Bunda di Surgamu
- Lift
- Rajah
- Rumah Tanpa Cahaya
- Kuyank
- Alas Roban
Keluar:
- Agak Laen: Menyala Pantiku
- Asrama Putri
Dominasi horor di awal bulan puasa ini memang memicu pertanyaan: apakah genre religi atau drama memang kurang laku? Ataukah produser sengaja menyimpan "amunisi" terbaik mereka untuk gempuran momen Lebaran nanti?
Apapun itu, mumpung film-film daerah dan karya akademisi ini masih ada jadwalnya di Semarang, tidak ada salahnya kita beri apresiasi dengan menonton langsung di bioskop.
Artikel terkait :
- 🗓 3 Film Indonesia Baru yang Rilis 26 Februari 2026: Dari Teror Klenik Hingga Drama Air Mata
- 🗓 [Jadwal] Bioskop Semarang Minggu ke-3 Februari 2026: Dominasi Horor di Awal Ramadan
- 🗓 Bioskop Semarang: Dominasi Horor Masih Kuat, Film Baru Minggu Ke-2 Februari 2026 'Terjepit'?
- 🗓 Daftar Film Indonesia yang Rilis 5 Februari 2026 di Bioskop Kota Semarang
- Lainnya




Komentar
Posting Komentar