🎬 Mengangkat Isu AI dan Anak-Anak, Film 'Akal Imitasi' Malah Cuma Bertahan 2 Hari di Semarang
Satu lagi film bertema kecerdasan buatan (artificial intelligence) menyapa bioskop Tanah Air tahun ini. Setelah pertengahan Februari lalu sempat disentuh lewat film Esok Tanpa Ibu (Mothernet), September ini giliran film Akal Imitasi yang hadir membawakan gagasan serupa.
Menariknya, kedua film ini punya benang merah yang mirip: memadukan isu teknologi AI dengan dunia anak-anak dan keluarga. Sebuah pilihan tema yang sebenarnya sangat segar di tengah gempuran genre bioskop yang didominasi horor. Kehadiran Akal Imitasi tentu menambah variasi tontonan edukatif dan ramah anak di layar lebar.
Namun, di balik ide cerita yang relevan dengan perkembangan zaman tersebut, ada catatan ironis yang mewarnai penayangannya di Kota Semarang.
Hangat di Nobar, Absen saat Perdana
Sebelum meluncur secara resmi di jaringan bioskop nasional pada 17 September, Akal Imitasi sebenarnya sempat mencuri perhatian penikmat film lokal lewat agenda nonton bareng (nobar).
![]() |
| Postingan aslinya klik di sini |
Kala itu, bioskop independen NSC Mangkang Semarang terpilih menjadi tuan rumah dalam dua kali kesempatan pemutaran khusus. Pertama pada pertengahan Agustus, dan kedua digelar tepat H-1 rilis nasional, yaitu tanggal 16 September. Saking penasarannya dengan antusiasme tersebut, kami bahkan sempat bertanya langsung via direct message (DM) Instagram ke pihak penyelenggara untuk memastikan apakah acara ini bagian dari rangkaian cinema visit atau promosi resmi.
Atmosfer di NSC Mangkang awalnya terasa seperti angin segar untuk menyambut penayangan regulernya di Semarang. Kehadiran anak-anak yang mengeksplorasi kreativitas serta kepolosan mereka saat berhadapan dengan entitas AI menawarkan nuansa cerita emosional yang terbilang berani.
Anehnya, begitu masuk tanggal rilis resmi 17 September, layar NSC Mangkang justru absen memajang judul Akal Imitasi. Penonton lokal yang sempat mengikuti geliat promosinya di sana mendadak dibuat kecele, sebab bioskop yang sehari sebelumnya dipakai untuk tempat nobar malah tidak menyiarkan jadwal regulernya sama sekali.
Hanya Layar Transmart Majapahit XXI, Bertahan 2 Hari
Dinamika penayangan film ini di Semarang rupanya tidak berhenti di situ. Pada hari perdananya, dari sekian banyak jaringan bioskop yang tersebar di Kota Semarang, hanya Transmart Majapahit XXI yang bersedia mengalokasikan layarnya untuk Akal Imitasi. Jaringan bioskop lain sama sekali tidak mengambil bagian.
Sayangnya, masa edar film ini berjalan sangat singkat. Memasuki hari ketiga penayangan, Akal Imitasi sudah harus terdepak dari daftar putar Transmart Majapahit XXI. Praktis, masyarakat Kota Semarang hanya diberi kesempatan selama 2 hari untuk menyaksikan eksperimen narasi AI ini di layar bioskop resmi.
![]() |
| Postingan aslinya bisa klik di sini |
Catatan Realitas Layar Lokal
Dari sisi gagasan, Akal Imitasi terbilang cukup berani mengambil sudut pandang yang tak biasa. Eksplorasi tema AI dari kacamata anak-anak memberikan warna tersendiri dalam peta perfilman nasional.
Namun, realitas di lapangan membuktikan bahwa potensi cerita saja tidak cukup untuk bertahan di bioskop. Fenomena Akal Imitasi menjadi cermin klasik betapa sengitnya persaingan screen time untuk film-film independen atau non-mainstream di daerah.
Durasi tayang dua hari jelas bukan waktu yang ideal bagi sebuah karya unik untuk membangun word of mouth dan menjangkau penonton yang lebih luas. Sebuah ironi layar lokal yang kembali memperlihatkan betapa narasi cerita yang menarik harus tunduk pada hitung-hitungan okupansi kursi bioskop.
Artikel terkait:
- 🗓️ Pekan Ketiga September 2026: 5 Film Baru Rilis, Mana Saja yang Tayang di Semarang?
- 💻 Esok Tanpa Ibu (Mothernet): Ketika Kecerdasan Buatan Mencoba Menggantikan Kasih Sayang
- 🍿 Harusnya Horor Bertahan 28 Hari di Bioskop Kota Semarang
- ⚽ Ketika Fedi Nuril "Turun Gunung" ke Tarkam: Refleksi 7 Hari Penayangan Bapakmu Kiper di Semarang
- Lainnya



Komentar
Posting Komentar