🗓️ Pekan Ketiga September 2026: 5 Film Baru Rilis, Mana Saja yang Tayang di Semarang?
Minggu ini ada banyak cerita menarik dari rilisnya film-film baru yang tayang di bioskop. Sayangnya kegembiraan tersebut tak serta merta jadi sesuatu yang wah. Lagi-lagi ada film yang tidak tayang di bioskop Semarang. Mari cari tahu.
Kamis minggu ketiga yang jatuh pada tanggal 17 September 2026 menghadirkan 5 film Indonesia sekaligus. Ini cukup mengejutkan dari segi jumlah, mengingat formasi standar tiap Kamis biasanya hanya merilis paling banyak 4 film.
Ada 2 film yang pengerjaannya merupakan hasil kolaborasi dua negara. Ada yang bareng Korea Selatan, ada pula yang bareng Australia. Namun pada akhirnya, seleksi alam dari pihak jaringan bioskop di daerah tetap jadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi.
Sayangnya, perhatian kami kali ini tertuju pada film-film yang kembali tidak merata penayangannya di Semarang. Padahal baru minggu lalu ada film dari luar Jawa yang nasibnya kurang beruntung. Eh, sekarang kejadian serupa terulang lagi. Padahal latar belakang ceritanya jauh lebih kaya dan dibintangi nama-nama yang familiar. Masa iya tidak mendapat jatah layar di Ibu Kota Jawa Tengah?
Istimewa
Film ini sebenarnya sempat mampir ke Semarang sebelum jadwal rilis resminya di bioskop. Beritanya pun berseliweran di media sosial berkat adanya agenda visit cinema dan nonton bareng.
Dengan durasi 119 menit, film ini benar-benar mewujudkan judulnya—dari cerita hingga jajaran pemainnya memang terasa istimewa. Bukan sekadar mengangkat isu disabilitas, produksi ini melibatkan aktor dan tataran pemain dari kalangan penyandang disabilitas sebagai pemeran utama (seperti Zulfadli Aldiansyah, Bambang Ceper, Rein, Niatus Sholihah, dan Mustofa) yang datang dari berbagai daerah. Bahkan, ada sekitar 40 penyandang disabilitas yang turut dilibatkan sebagai extras atau pemeran pendukung.
Ceritanya sendiri menyoroti kehidupan anak-anak penyandang disabilitas di Rumah Istimewa yang dirawat penuh kasih oleh Pak Mahendra (Mathias Muchus). Konflik mulai bergulir ketika Pak Mahendra tiba-tiba menghilang, memaksa anak-anak tersebut melakukan perjalanan penuh petualangan untuk menemukannya.
Namun sayangnya, sambutan penayangan di bioskop Semarang terasa kurang istimewa karena pada hari rilisnya hanya kebagian 2 titik bioskop saja, Mangkang dan XXI DP.
Akal Imitasi
Film berdurasi 98 menit ini mengangkat isu yang tengah hangat tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) dan dunia pendidikan. Kami jadi teringat pada film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) yang juga sempat menyinggung isu AI pada Februari lalu, hingga sempat kami catat sebagai salah satu film Indonesia awal yang mengangkat tema tersebut.
Yang mengejutkan, film ini sempat beberapa kali mampir ke Semarang lewat ajakan nobar khusus di bioskop NSC Mangkang, namun saat hari perilisan tiba, justru tidak mendapatkan slot penayangan reguler.
Kami sempat dilanda trauma kalau film berkategori Semua Umur yang didominasi penonton anak-anak ini bakal bernasib suram. Mengingat minggu lalu, film Iyus Jenius saja terpaksa harus angkat kaki lebih cepat setelah hanya bertahan 3 hari penayangan di Semarang.
Dari sisi cerita, film ini mengisahkan dinamika masa depan berlatar tahun 2029 tentang persahabatan di tengah perburuan oleh sebuah perusahaan besar. Pesan kuat yang ingin disampaikan adalah bagaimana teknologi secanggih apapun tidak akan pernah bisa menggantikan posisi hati nurani, karakter, serta peran sentral seorang guru.
Untuk wilayah Kota Semarang, film Akal Imitasi pada akhirnya hanya mengamankan 1 layar bioskop saja, yaitu di XXI Majapahit.
Taboo
Awalnya kami sempat mengira ini bukan film Indonesia, mengingat judul, latar belakang, hingga sutradaranya lekat dengan nuansa Korea. Namun setelah ditelusuri lebih jauh, terungkap bahwa ini adalah proyek film kolaborasi internasional bersama Korea Selatan.
Mengambil latar tempat di Bali, cerita berpusat pada sekelompok turis asing yang berlibur dan tanpa sengaja melanggar pantangan adat serta memecahkan guci kuno tepat di tengah Hari Raya Nyepi. Kesakralan Nyepi yang identik dengan keheningan dan larangan beraktivitas di luar ruangan mendadak berubah menjadi situasi hidup-mati yang menegangkan tanpa celah untuk meminta pertolongan.
Film ini diperkuat oleh deretan aktor kenamaan Korea seperti Kwon Da-ham (A Killer Paradox, D.P.), Choi Tae-eun, dan Hwang Ha-jung, serta turut menggandeng aktor kenamaan tanah air seperti Della Dartyan dan Sudjiwo Tejo.
Di Kota Semarang, film Taboo hanya tayang di bioskop XXI DP.
Urang Bunian
Minggu ini bioskop kedatangan 2 judul film horor sekaligus di Semarang. Setelah minggu sebelumnya diramaikan oleh film horor berlatar budaya Papua, kali ini giliran Urang Bunian yang membawa suasana mistis khas Sumatra atau Minangkabau.
Urang Bunian sendiri merujuk pada makhluk gaib dalam folklor masyarakat Minangkabau yang dipercaya menghuni pedalaman hutan, gua, atau lereng bukit. Karakter mereka digambarkan misterius, menyerupai manusia, namun gemar menyesatkan pelancong yang masuk ke wilayah mereka tanpa izin atau menjaga tutur kata.
Alih-alih mengandalkan set rumah tua atau gedung terbengkalai seperti kebanyakan film horor komersial lokal, Urang Bunian memaksimalkan atmosfer hutan tropis yang lebat. Visualnya diramu untuk menciptakan rasa claustrophobic (terkurung) dan disorientasi, di mana para karakternya merasa berputar-putar di jalur yang sama saat berusaha mencari jalan pulang.
Di Kota Semarang, film Urang Bunian rilis di 6 bioskop :
- Mangkang
- Java
- Citra
- Queen
- Setiabudi
- Uptown
Ritual Gaib: Nyai Randasura
Pada hari Kamis saat film-film baru serentak dirilis, Ritual Gaib: Nyai Randasura sempat luput dari radar kami dan baru disadari pada hari Jumat atau hari kedua penayangannya.
Judul ini merupakan hasil kolaborasi produksi lintas negara antara Indonesia dan Australia, sekaligus menandai ajang debut layar lebar dalam genre horor bagi pasangan selebritas Dinda Hauw dan Rey Mbayang.
Digarap oleh rumah produksi Kraken Entertainment dan Anak Negeri Film, proyek ini memadukan visi penyutradaraan suami-istri Intan Kieflie dan Stuart Simpson. Dari penampakan trailernya, tata visual dan kualitas gambarnya tampak digarap dengan serius.
Entah karena alasan apa, film ini tampaknya tayang secara terbatas. Mengingat dari catatan distribusi internasionalnya, film dengan judul global The Black Ritual ini sejak awal sudah mengamankan hak tayang di 38 negara.
Alurnya sendiri berpusat pada teror perjanjian gaib turun-temurun dengan sosok Nyai Randasura. Karakter Laras yang sedang hamil tua harus berjuang mati-matian menyelamatkan diri dan keluarganya dari ancaman maut.
Sangat disayangkan, film berdurasi 88 menit ini harus absen dan tidak tayang di bioskop Kota Semarang.
Catatan 10 Film Indonesia
Andai Ritual Gaib masuk ke jaringan bioskop Semarang, tentu bakal jadi kabar gembira bagi kami karena total daftar film yang beredar genap menjadi 11 judul. Sayangnya, harapan itu belum terwujud. Jumlah film yang tayang minggu ini masih bertahan di angka 10 judul saja.
Baru:
1. Taboo
2. Istimewa
3. Akal Imitasi
4. Urang Bunian
5. Ritual Gaib❌
Tayang:
6. Suanggi
7. Agensi Rumah Tangga
8. Baby Udon
9. Munafik
10. Autopsy Dead Body Can Talk
11. Operasi Pesta Copet
Keluar:
- Harusnya Horror
- Paket Santet
Angka tersebut bahkan sudah termasuk menghitung dua film sebelumnya yang terpaksa harus angkat kaki lebih awal dari layar bioskop.
Kalau kamu sendiri, bagaimana dengan pilihan judul film untuk menemani agenda akhir pekan besok? Menjatuhkan pilihan ke mana?
Artikel terkait:
- 🗓️ Pekan Kedua September 2026: 3 Film Baru Merapat ke Bioskop Semarang dan Satu Tidak Tayang
- 🗓️ Pekan Pertama September 2026: 4 Film Baru Merapat ke Bioskop Semarang
- 🗓️ Layar Bioskop Semarang Pekan Ke-4 Agustus 2026: Tiga Film Baru Siap Mengisi Akhir Bulan
- 🗓️ Layar Bioskop Semarang Pekan Ketiga Agustus 2026: Dari Harusnya Horror hingga Ayah, Aku Mau Cerita!
- Lainnya






Komentar
Posting Komentar