ðŧ ðŧ Conjurig Jadi Film Ke-6 yang Tidak Tayang di Bioskop Semarang
Daftar film Indonesia yang absen menyapa penonton Kota Semarang kembali bertambah di awal bulan Oktober 2026. Setelah pertengahan September lalu kami mengulas Ritual Gaib: Nyai Randasura sebagai film ke-5 yang tidak tayang, kini film Conjurig resmi menjadi film Indonesia ke-6 yang mengalami nasib serupa.
Film produksi Global Borneo Entertainment dan Bima Sakti Pictures ini sebenarnya sudah resmi rilis secara nasional pada hari Kamis, 1 Oktober 2026. Namun saat kami mengecek jadwal tayang bioskop di Semarang pada pekan pertama Oktober, nama Conjurig sama sekali tidak selip di layar XXI, Cinepolis, maupun bioskop independen seperti NSC Mangkang. Padahal jika melihat jajaran pemain dan premis cerita yang diusung, absennya film ini di Kota Atlas terbilang cukup mengejutkan.
Dari judulnya, Conjurig sekilas terdengar seperti film horor murni hasil plesetan waralaba populer The Conjuring dikombinasikan dengan kata "jurig" (hantu dalam bahasa Sunda). Apalagi di beberapa media promosi juga diwarnai sosok berbusana pocong.
Namun sejatinya, film berdurasi 95 menit garapan sutradara Tubagus Deddy ini bergenre drama komedi dengan kategori usia remaja (13+). Ceritanya mengangkat sisi humanis serta liku-liku kehidupan komunitas cosplayer hantu jalanan (Comjurig) yang biasa kita temui di kawasan Alun-Alun dan Jalan Asia Afrika, Bandung.
Sederet nama populer dan jajaran aktor senior menghiasi daftar pemain film ini. Sebut saja Dito Darmawan, Maizura, Shella Fernanda, Ferry Maryadi, Joe P. Project, Bucek, Anyun Cadel, hingga musisi senior Trie Utami dan aktor kawakan Mathias Muchus. Kombinasi talenta muda dan senior seperti ini seharusnya punya daya tarik tersendiri untuk menggaet penonton bioskop.
Mengapa film ini bisa absen di bioskop Semarang? Kami melihat ada beberapa kemungkinan yang membuat jaringan bioskop di Semarang enggan menyertakan Conjurig dalam daftar putarnya.
Pertama, alokasi kuota layar bioskop di Semarang pada awal bulan Oktober ini dipenuhi film-film bertema kepahlawanan, sejarah, serta drama, seperti Djamin Setia Selamanya hingga Lobang Buaya.
Kedua, adanya faktor kedaerahan atau kultur lokal yang sangat kental. Jika diperhatikan, film-film yang absen di bioskop Semarang selama ini cukup banyak yang mengusung latar lokalitas kuat, seperti karya-karya dari Makassar atau Sulawesi. Pola serupa tampaknya berlaku untuk Conjurig yang sangat lekat dengan fenomena cosplayer hantu di Bandung. Pengelola bioskop luar Jawa Barat kemungkinan khawatir dialek, humor, maupun isu lokal Jawa Barat ini kurang menggigit bagi pasar penonton di Semarang, sehingga dianggap berisiko secara komersial.
Bahkan bioskop seperti NSC Mangkang—yang biasanya fleksibel dan sering menjadi alternatif bagi film-film Indonesia beranggaran menengah atau bergenre komedi lokal—kali ini juga memilih tidak mengambil Conjurig.
Dengan tidak masuknya Conjurig, menambah panjang daftar film Indonesia yang terlewatkan di jaringan bioskop Semarang sepanjang tahun 2026. Sebelumnya sudah ada judul-judul seperti Keajaiban Air Mata Wanita, Keluarga Super Irit, Penerbangan Terakhir, Tolong Saya! (Dowajuseyo), serta Ritual Gaib: Nyai Randasura.
Tentu sangat disayangkan bagi para pencinta film lokal di Semarang yang ingin menikmati sajian komedi segar bertabur bintang senior ini di layar lebar. Semoga ke depannya, distribusi film Indonesia di Semarang semakin merata dan memberikan lebih banyak ruang bagi ragam genre film tanah air.
Artikel terkait:
- ð️ Pekan Pertama Oktober 2026: 4 Film Indonesia Baru Rilis Hari Ini, Ada Kejutan Film Sejarah!
- ðŽ Ritual Gaib: Nyai Randasura Jadi film kelima yang gagal tayang di bioskop Kota Semarang Tahun 2026
- ðŽ Jangan Lupa Bahagia (dan Jangan Lupa Tayang di Semarang?): Catatan Film Keempat yang Gagal Mendarat
- ðŠĶ Toko Perlengkapan Mayat, Film Indonesia Ke-3 yang Absen di Bioskop Semarang Tahun 2026
- Lainnya

Komentar
Posting Komentar