🗓️ Layar Bioskop Semarang Minggu Keempat Juli 2026

Kamis minggu keempat, bioskop di Kota Semarang kedatangan empat film Indonesia baru dengan variasi genre yang cukup menarik. Seperti biasa, genre horor masih mendominasi peredaran. Namun yang mencuri perhatian adalah hadirnya genre action lokal. Pasalnya, dalam beberapa kali penayangan sebelumnya, film aksi sering kali terseok-seok di pasar domestik. Apakah kali ini nasibnya akan sama atau justru sebaliknya? Sisa satu film lainnya hadir dengan balutan suasana kekeluargaan yang ramah anak.

Kamis minggu ini jatuh pada tanggal 23 Juli 2026. Jujur saja, kami sedikit pesimis melihat formasinya kali ini untuk bisa meledak di pasar. Ditambah lagi, deretan film yang sudah tayang sebelumnya di bioskop Kota Semarang juga masih bertahan dengan jumlah layar yang lumayan. Meski begitu, tambahan daftar film baru ini tetap menjadi pilihan alternatif yang menarik jika ingin menghabiskan waktu di akhir pekan. Berikut daftar lengkapnya:

Sihir Tanah Kubur: Makam Wurung

Film bergenre horor pertama minggu ini menghadirkan Kiesha Alvaro. Rasanya cukup jarang melihat sang aktor bermain di ranah mistis seperti ini. Penampilannya bersanding dengan Shareefa Daanish, sosok aktris senior yang sudah kadung dianggap sebagai ratu horornya Indonesia.

Berdurasi 86 menit, film arahan sutradara JeroPoint ini kisahnya diangkat dari thread viral di media sosial X (Twitter). Sebuah formula yang belakangan memang sering terbukti sukses menarik minat penonton muda.

Inti dari seluruh teror di film ini berpusat pada fenomena Makam Wurung—sebuah istilah untuk makam kosong bekas jasad manusia yang telah dipindahkan. Dalam mitologi masyarakat Jawa tertentu yang diangkat di film ini, tanah bekas makam kosong tersebut dipercaya menyimpan residu energi negatif yang sangat pekat. Efeknya luar biasa berbahaya jika disalahgunakan oleh orang yang berniat jahat sebagai media praktik ilmu hitam guna menghancurkan sebuah keluarga.

Selain itu, ada juga ritual magis bernama Ritual Kebo Ireng. Ritual ini digambarkan secara eksotik dengan estetika magis yang cukup kental untuk membangun atmosfer mencekam dari awal hingga akhir. Bagian ritual inilah yang menjadi gong atau puncak ketegangan supranatural dalam filmnya.

Ceritanya sendiri mengisahkan seorang ustaz bernama Yusuf yang harus menghadapi teror mengerikan di desanya setelah sang adik memindahkan makam ibunya demi memenuhi wasiat. Kehadiran "Makam Wurung" ini memicu serangkaian kejadian ganjil dan kematian misterius di desa mereka.

Di Kota Semarang, film Sihir Tanah Kubur rilis di 6 bioskop :

  1. Mangkang
  2. Java
  3. DP
  4. Majapahit
  5. Setiabudi
  6. Uptown

Juminten Edan

Judul yang rasanya sangat akrab di telinga masyarakat Jawa karena menggunakan nama 'Juminten'. Selain menempatkannya dalam koridor genre horor, film berdurasi 108 menit ini juga mengemas ceritanya dengan sentuhan psikologis dan drama keluarga yang kuat.

Ceritanya sendiri berpusat pada Juminten, seorang perempuan tunawicara yang pulang kampung bersama keluarganya setelah 8 tahun merantau. Awalnya disambut bahagia, suasana berubah mencekam saat Juminten mulai menunjukkan perilaku aneh dan agresif yang membawa teror bagi lingkungan sekitarnya.

Menariknya, film ini berani mengangkat isu sosial yang sensitif dan nyata di Indonesia, yaitu praktik pasung bagi penderita gangguan jiwa. Dalam jalan ceritanya, perubahan perilaku Juminten yang dianggap membahayakan membuat keluarga dan warga desa sepakat untuk mengambil langkah ekstrem dengan memasungnya. 

Isu ini dibawa ke layar lebar untuk memberikan potret horor nyata yang berbasis dari stigma dan ketidaktahuan masyarakat.

Di Kota Semarang, film Juminten Edan rilis di 6 bioskop :

  1. Mangkang
  2. DP
  3. Queen
  4. The Park
  5. Majapahit
  6. Uptown

Anak-anak Bambu

Film ini bisa dimasukkan dalam kategori film anak dan keluarga. Momentum perilisannya terasa sangat spesial karena dirilis tepat pada Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli. Pemilihan tanggal main ini dinilai sangat pas dengan pesan utama yang ingin disampaikan filmnya mengenai pemenuhan hak, kasih sayang, dan masa depan anak-anak, khususnya mereka yang tinggal di panti asuhan.

Kisah di balik layarnya juga tidak kalah menarik perhatian. Ada nama Elma Theana, aktris senior yang akhirnya resmi melakukan debut sebagai produser film lewat rumah produksi Theana Pictures.

Yang patut diapresiasi, tujuan didirikannya rumah produksi tersebut bukan semata-mata mencari keuntungan finansial (cuan). Elma terinspirasi dari komunitasnya, Sisters Sholehah, yang sudah 15 tahun konsisten mengurus anak yatim. 

Sebagian hasil dari keuntungan film ini nantinya akan dialokasikan sebagai penyokong dana berkelanjutan bagi anak-anak yatim binaan mereka. Sebuah film yang diproduksi dengan hati dan niat tulus seperti ini biasanya punya kehangatan tersendiri saat ditonton langsung di bioskop.

Di Kota Semarang, film Anak-anak Bambu rilis di 3 bioskop :

  1. Central City
  2. Citra
  3. Setiabudi

4. Leave No One Behind (LNOB)

Beralih ke genre action, film ini menawarkan premis investigasi kriminal yang cukup tegang seputar isu TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang). Kehadiran aktor kakap lintas generasi seperti Yatie Surachman, Iyang Darmawan, dan Piet Pagau langsung memberikan jaminan kualitas akting yang solid di layar.

Yang unik, sang sutradara, Suwardi Becak Lawu, memilih untuk mengambil double job. Selain memegang komando di belakang layar, beliau juga turun langsung sebagai pemeran utama dengan memerankan karakter AKP Suwardi, seorang polisi yang pulang kampung ke Garut untuk menjalankan misi Satgas TPPO.

Konflik film memuncak ketika keponakannya sendiri, Lilis (Cinta Kharisma), diculik oleh gembong TPPO terbesar di Jawa Barat yang dipimpin oleh Rando (Macho Hungan). Suwardi pun terlibat perseteruan emosional dengan Asep (Iyang Darmawan), ayah Lilis, sembari memimpin tim khusus dalam aksi penyergapan, baku hantam, dan baku tembak yang intens demi membongkar siapa sebenarnya sosok Rando.

Melihat komposisi pemainnya—termasuk kehadiran Ust. Abbey Gifran—film ini tidak sekadar menjual adegan baku tembak komersil, melainkan dibalut dengan pesan moral, nilai kemanusiaan, dan loyalitas antar sesama yang kental agar tidak ada satu pun korban yang ditinggalkan sendirian.

Di Kota Semarang, film Leave No One Behind (LNOB) rilis di 3 bioskop :

  1. Central City
  2. Setiabudi
  3. Uptown

Total 10 Film Indonesia di Bioskop Semarang

Dengan tambahan empat judul baru di atas, total daftar film Indonesia yang sedang meramaikan bioskop di Kota Semarang minggu ini kini genap berjumlah 10 film. Sementara itu, film yang harus pamit dari jaringan bioskop kota lumpia kali ini adalah 402 Rumah Sakit Angker Korea.

Baru:

1. Anak-anak Bambu
2. Juminten Enda
3. Leave No One Behind (LNOB)
4. Sihir Tanah Kubur

Tayang:

5. Cek Khodam
6. Lastri
7. Takkan Kubiarkan Kau Menangis
8. Foufo
9. Petaka Gunung Welirang
10. Jangan Buang Ibu

Jadi, bagaimana dengan agenda akhir pekan ini? Sudah menentukan mau menonton film apa untuk mengisi waktu luang?

Artikel terkait:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

🎬 Ironi Film "Takkan Kubiarkan Kau Menangis" di Bioskop Kota Semarang: Dapat Restu Pemkot, Tapi Kalah Start dari Horor?

⛰️ Dari Sempat "Kalah Start" hingga Bertahan 51 Hari di Semarang, "Sekawan Limo 2" Sukses Cetak Rekor 2 Juta Penonton!

🗓️ Layar Bioskop Semarang Minggu Ketiga Juli 2026: Dari Penghormatan Terakhir Gary Iskak hingga Semarang yang Estetik di Film Musikal

🎬 Film Ikatan Darah dan Nasib Genre Action yang Kian Sunyi di Bioskop Semarang