🎬 Hanya Bertahan 3 Hari di Semarang, Nasib Tragis "Leave No One Behind" Jauh Lebih Singkat dari "Ikatan Darah"
Seperti yang kami khawatirkan sebelumnya, akhirnya kenyataan pahit itu terjadi juga. Film bergenre action atau laga yang kali ini datang lewat judul Leave No One Behind (LNOB) harus merasakan kejamnya dinamika layar bioskop di Kota Semarang. Perjalanannya resmi terhenti di hari keempat. Tragis memang!
Rilis perdana di minggu keempat, tepatnya tanggal 23 Juli 2026, LNOB sebetulnya menawarkan premis investigasi kriminal yang cukup tegang seputar isu TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang). Kehadirannya melengkapi deretan film bergenre laga sebelumnya yang bernasib kurang memuaskan di Kota Atlas tahun ini. Bahkan sejak awal dirilis, film yang masuk kategori penonton dewasa (D17+) ini hanya mendapatkan jatah layar di tiga lokasi saja, yaitu Central City XXI, Setiabudi XXI, dan Uptown Mall Cinepolis.
Tentu kami harus melihat fenomena gugurnya LNOB ini dalam kacamata yang lokal dan spesifik. Catatan ini bukan untuk menggeneralisasi pasar nasional—karena bisa jadi di kota metropolitan lain seperti Jakarta atau Surabaya dengan sebaran jaringan bioskop yang lebih masif, performa film ini jauh lebih menggembirakan. Namun di Semarang, di mana pilihan layar praktis bertumpu pada dominasi XXI dan Cinepolis, ceritanya menjadi sangat berbeda bagi film laga non-waralaba.
Bioskop lokal hari ini bergerak dengan logika pasar yang sangat pragmatis. Karakteristik penonton Semarang terpantau makin selektif dan cenderung mencari aman dengan memilih film horor domestik yang punya magnet kuat, atau drama melankolis yang perbincangannya sudah riuh di media sosial. Akibatnya, ketika tingkat okupansi kursi LNOB memble di hari pertama dan kedua, manajemen bioskop tanpa ragu langsung memangkas slot tayangnya demi menyelamatkan performa keterisian studio.
Sangat disayangkan, karena dari segi kualitas, film seperti LNOB sebetulnya memberikan warna dan adrenalin yang segar di tengah gempuran formula cerita layar lebar yang itu-itu saja. Namun, iklim eksibisi di kota ini memang sedang tidak ramah. Jika bulan Mei lalu film Ikatan Darah masih beruntung dan sanggup bertahan hingga 13 hari, LNOB justru harus mencatatkan umur yang jauh lebih singkat. Hal ini jelas membuat para pencinta sinema laga di Semarang yang belum sempat meluangkan waktu di hari kerja, terpaksa gigit jari.
![]() |
| Postingan aslinya klik di sini. |
Tragedi LNOB mungkin sudah berakhir dengan turunnya layar bioskop secara prematur. Kini tinggal waktu yang akan menjawab, apakah akan ada film action lain di sisa tahun ini yang mampu memecahkan kutukan "napas pendek" di Semarang, atau justru kita akan terus melihat pengulangan pola yang sama.
Bagaimana menurutmu, apakah kamu salah satu penonton yang sempat menyaksikan film ini di awal rilisnya kemarin?
Artikel terkait:

%20harus%20merasakan%20.jpg)
Komentar
Posting Komentar