Film Pengabdi Setan 2: Communion Bertahan 37 Hari di Bioskop Semarang

Lama tidak menulis tentang film Indonesia yang keluar dari bioskop. Mumpung ada semangat, kami kembali dengan pulangnya film Pengabdi Setan 2: Communion dari bioskop. Sepertinya sudah keluar dari seluruh bioskop Indonesia. Berapa kira-kira jumlah penontonnya?

Rilis tanggal 4 Agustus 2022, film Pengabdi Setan 2 Communion digadang-gadang mampu mengejar pencapaian film KKN di Desa Penari. Namun kenyataannya, tidak terkejar.

Film Pengabdi Setan 2 Communion harus puas dengan perolehan 6 juta lebih penonton. Sedangkan film KKN di Desa Penari bertahan dengan angka 9 juta lebih penonton.

37 hari

Dari sisi waktu juga, film garapan sutradara Joko Anwar hanya bertahan satu bulan lebih. Masih kalah juga dengan KKN di Desa Penari yang bertahan hingga 2 bulan.

Ada perasaan positif ketika film Pengabdi Setan 2 langsung menguasai semua bioskop di Kota Semarang pada hari pertama rilis.

Dan kemudian, hari keempatnya, film berdurasi hampir 2 jam ini mengumumkan pencapaiannya yang menyabet 2 juta penonton. Beh, makin optimis dong.

Sayangnya kecepatan penambahan jumlah penontonnya mentok sampai 6 juta saja. Entah kenapa? Beberapa film Indonesia lain yang tak kalah keren juga jadi beberapa alasan kenapa filmnya akhirnya harus turun.

Meski tidak bisa mengejar perolehan puncak (KKN di Desa Penari), film Pengabdi Setan 2 setidaknya lebih baik dari film yang pertamanya.

Terima kasih film Pengabdi Setan, mari menunggu karya berikutnya dari Joko Anwar.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

🎬 Dinamika 20 Hari "Para Perasuk" di Bioskop Semarang: Antara Gerbong Bintang dan Realita Layar

🗓️ Layar Bioskop Semarang Pekan Ke-4 Agustus 2026: Tiga Film Baru Siap Mengisi Akhir Bulan

🎬 Film Ikatan Darah dan Nasib Genre Action yang Kian Sunyi di Bioskop Semarang

🗓️ Layar Bioskop Semarang Pekan Ketiga Agustus 2026: Dari Harusnya Horror hingga Ayah, Aku Mau Cerita!

🎬 Fenomena Harusnya Horror di Bioskop Semarang: Modal Sosial Reza Arap Tumbangkan Ulasan Kritis