🎬 Pirunduk Akhirnya Angkat Kaki dari Bioskop Semarang, Catat 15 Hari Perjalanan Horor Tanah Banjar

Pirunduk akhirnya angkat kaki dari layar bioskop Semarang. Film yang kami incar dan tunggu-tunggu buat dibawa ke blog. Alasannya? Perfilman Indonesia kembali memperluas lanskap horornya, yang kali ini datang dari tanah Kalimantan Selatan.

Memulai perjalanannya di minggu keempat bulan Oktober, film yang disutradarai oleh Billy Christian ini tayang bersamaan dengan empat film baru lainnya, seperti Beautiful Pain, Siti si Vampir, dan Lingsir Wengi – Motel Malioboro.

Jika kamu pemerhati film nasional, pasti tahu jika selama ini lanskap horor Indonesia seolah dikuasai oleh deretan mitos, urban legend, dan latar tempat dari tanah Jawa.

Mulai dari urusan pesugihan, pamali, hingga teror makhluk halus yang akrab dengan keseharian masyarakat Jawa. Kehadiran Pirunduk datang sebagai angin segar yang mendobrak kejenuhan tersebut.

Mengangkat praktik ilmu hitam dan guna-guna khas tanah Banjar, Kalimantan Selatan, berlatar era 1980-an, film ini menawarkan pengalaman magis yang terasa mentah sekaligus asing di telinga penonton luar daerah.

Menariknya lagi, skala produksi Pirunduk membuktikan bahwa ini bukan sekadar proyek aji mumpung yang menumpang eksotisme budaya daerah. Diinisiasi oleh Budi Ismanto lewat Bima Sakti Pictures, film ini melibatkan sekitar 70% kru serta pemeran pendukung asli warga Kalimantan Selatan di bawah arahan Billy Christian.

Penggunaan bahasa Banjar yang autentik hingga pemilihan latar tempat seperti rumah berarsitektur khas Banjar tahun 1928 di Barito Kuala, digarap serius untuk menjaga marwah cerita aslinya.

Kehadiran aktor nasional seperti Aulia Sarah, Bucek Depp, hingga Yoriko Angeline yang berdarah Banjar, melebur apik menjadi jembatan antara standar industri sinema arus utama dan akar kedaerahan yang kuat.

Postingan aslinnya klik di sini

Bagi kami, perjalanan 15 hari Pirunduk di bioskop Semarang menyisakan optimisme tersendiri. Penonton lokal ternyata tidak pernah alergi dengan cerita-cerita baru dari luar pulau, asalkan dieksekusi dengan keseriusan produksi yang matang.

Pintu bagi keragaman sinema Nusantara kini terbuka semakin lebar, membuktikan bahwa kisah mistis dari tanah seberang punya daya pikat yang sama kuatnya untuk mencuri perhatian penonton di ranah nasional.

Artikel terkait:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

🚀 Film Laut Bercerita Langsung Tancap Gas Kuasai 13 Titik Bioskop di Kota Semarang pada Hari Perdananya

🗓️ Rekap Pekan Pertama November 2026: 4 Film Baru Serentak Rilis, Giliran Komedi dan Horor Berbagi Panggung Bioskop Semarang

🎬 Hanya Bertahan Dua Hari, Film Mawang Tergusur dari Bioskop Kota Semarang

🗓️ Pekan Keempat Oktober 2026: 4 Film Indonesia Rilis Bersamaan di Bioskop Semarang, Pirunduk Curi Perhatian

🗓️ Rekap Pekan Kelima Oktober 2026: 13 Film Padati Bioskop Semarang