🌈 Pelangi di Mars Mentok 8 Bioskop Selama Tayang di Kota Semarang

Sebagai satu-satunya film bergenre animasi yang dirilis pada momentum strategis 'Lebaran', ekspektasi tinggi tentu kami sematkan sejak awal. Apalagi bayang-bayang kesuksesan pendahulunya, film Jumbo, masih sangat terasa dan memberi harapan besar bagi kebangkitan animasi lokal. Namun, entah mengapa realita di lapangan justru berbanding terbalik, khususnya jika kita memotret pergerakannya di Kota Semarang.

Langkah Awal di 5 Bioskop

Saat pertama kali rilis, Pelangi di Mars memulai langkahnya di 5 bioskop yang ada di Kota Semarang. Angka ini sebenarnya menempatkan Pelangi di Mars sebagai film dengan jumlah layar paling sedikit dibandingkan 5 film lainnya yang tayang spesial Lebaran.

Berikut adalah daftar bioskop di hari pertama rilis:

  1. NSC Mangkang

  2. Cinepolis Java Supermall

  3. DP Mall XXI

  4. The Park Semarang XXI

  5. Central City XXI (Majapahit)

Puncak di 8 Bioskop yang Singkat

Seiring berjalannya waktu, kepercayaan eksibitor (pengelola bioskop) sempat terlihat meningkat. Film ini perlahan menunjukkan progres yang positif hingga menyentuh titik puncak penayangan di 8 bioskop. Sebuah pencapaian yang cukup progresif untuk kategori animasi lokal di tengah gempuran genre horor dan drama yang mendominasi.

Penambahan layar ini dimulai pada hari ke-3 penayangan, di mana Transmart Setiabudi XXI turut memutar film ini, membuat jumlahnya menjadi 6 bioskop. Kemudian disusul hari berikutnya dengan tambahan di Uptown Mall BSB XXI, sehingga total menjadi 7 bioskop. Puncaknya terjadi pada hari ke-5, saat Citra XXI ikut menayangkan, yang menggenapkan ketersebaran film ini di 8 bioskop Kota Semarang.

Ikuti perkembangannya di X atau klik di sini.

Tren Menurun dan Realitas yang Getir

Sayangnya, napas panjang itu tidak bertahan lama. Baru dua hari setelah mencapai puncak, jumlah layar justru mulai berkurang. Transmart Setiabudi XXI menjadi yang pertama "angkat kaki", disusul kemudian oleh NSC Mangkang yang sempat mencabut jam tayangnya.

Meski sempat kembali diputar di NSC Mangkang, namun giliran Cinepolis Java Supermall yang justru menarik film ini dari daftar putar mereka. Sejak saat itu, tidak ada lagi tambahan layar seperti yang kami harapkan—berbeda jauh dengan film-film sukses lainnya yang biasanya mampu menguasai seluruh bioskop di Kota Semarang yang berjumlah 12 lokasi.

Saat kami menulis catatan ini, jumlah bioskop yang masih setia menayangkan Pelangi di Mars di Semarang tinggal tersisa 3 bioskop saja. Sebuah ironi jika kita kembali berkaca pada fenomena meledaknya film Jumbo di masa lalu.

Angka 200 Ribu: Tembok Besar Distribusi

Hingga 29 Maret kemarin, data menunjukkan bahwa Pelangi di Mars baru mengantongi sekitar 209.250 penonton secara nasional. Angka ini sebenarnya cukup diapresiasi untuk karya lokal, namun terasa jauh dari ekspektasi jika ingin disandingkan dengan kesuksesan animasi sebelumnya.

Di sini kami melihat betapa hukum pasar bekerja sangat pragmatis. Ketika tingkat keterisian kursi (occupancy rate) di bioskop-bioskop besar tidak menunjukkan lonjakan yang signifikan, layar-layar tersebut dengan cepat dialihkan ke judul film lain yang dianggap lebih "menghasilkan" secara komersial.

Harapan yang Terbentur Strategi

Upaya menyandingkan film ini dengan kesuksesan pendahulunya memang menemui jalan terjal. Masalahnya bukan sekadar pada kualitas konten, melainkan seberapa kuat sebuah film animasi mampu mempertahankan posisinya di tengah jadwal tayang yang sangat padat dan kompetitif.

Bertahannya Pelangi di Mars di sisa-sisa layar jaringan XXI dan NSC di Semarang saat ini adalah optimisme yang tersisa. Namun secara realistis, dengan sisa layar yang makin terbatas, target untuk mendongkrak angka penonton secara masif menjadi misi yang sangat berat bagi tim distribusi.

...

Di Semarang, perjalanan pelangi ini tampaknya sudah mulai memudar, menyisakan tanya tentang apa yang sebenarnya dicari oleh penonton film kita hari ini.

Bagaimana dengan kotamu? Apakah Pelangi di Mars masih bertahan dengan banyak layar, atau justru mengalami nasib serupa dengan yang terjadi di Semarang?"

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

🗓️ Minggu Pertama April 2026: Teror Pinjol dan Aksi Heroik di Selat Malaka

🚀 Pelangi di Mars Jadi Film Spesial Lebaran Pertama yang "Pamit" dari Bioskop Semarang

🗓️ Minggu Keempat Maret 2026: Tidak Ada Film Indonesia Baru Lagi yang Dirilis di Bioskop Semarang

🎬 76 Tahun Hari Film Nasional: Catatan Realistis dari Layar Bioskop di Semarang