Review Bioskop NSC Mangkang Semarang
Seperti oase di padang pasir, kehadiran bioskop NSC atau New Star Cineplex Mangkang jadi salah satu tujuan baru dan pusat keramaian yang sepertinya akan menarik di penghujung tahun ini. Apa yang menarik dari bioskop ke-12 ini?
Akhirnya kami mengunjungi juga bioskop yang letaknya jadi satu bangunan dengan swalayan Aneka Jaya. Saat posting di blog dotsemarang, kami sempat terkejut. Kok, bisa ada bioskop baru??
Jangan berharap lebih
Berada di lantai 3, kami memang tidak berharap lebih karena bioskop di sini bukan seperti bioskop seperti yang lainnya yang buka di mal-mal. Namun kami mengapresiasi langkah jaringan bioskop NSC yang buka di sini.
Untuk tiba di bioskop Mangkang, kami harus jauh-jauh dari tempat tinggal kami yang sebenarnya ada bioskop yang lebih dekat. Apalagi dikunjungi dengan naik bus Trans Semarang, lumayan buang-buang waktu di jalan.
Tiba di muka pintu utama bioskop, keadaannya bisa ketebak. Ah, lupakan mari kita masuk saja dan memesan tiket. Suara karyawan yang berada di loket terdengar menyapa kami, apakah karena hanya ada kami saja yang menonton hari ini?
Suasana Panas Kota Semarang setelah masuk ke ruangan bioskop seketika menghilang. Pendingin ruangannya bekerja maksimal dan kami menyukainya.
Eh, film yang ingin kami tonton ternyata tidak bisa ditonton kata kami saat ingin pesan tiket bioskop dengan terkejut. Ada kebijakan dari manajemen, jika penontonnya hanya 1 orang saja, studio tidak akan memutar filmnya kata karyawan di loket. Waduh, memang benar jangan berharap lebih.
2 studio
Di sini hanya ada 2 studio yang masing-masing tiap studio memiliki fasilitas 200 kursi. Yang menarik, kursinya berwarna-warni. Tidak seperti seperti 2 jaringan bioskop lainnya yang ada di Kota Semarang, di sini terlihat berbeda.
Karena film yang kami ingin tonton ternyata tidak bisa ditonton, terpaksa kami menonton film lainnya dan sayangnya, bukan film Indonesia.
Sebelum masuk, suara perempuan yang menggema seisi ruangan yang merupakan ciri khas bioskop mengingatkan kami tempat bioskop lainnya. Suara panggilan bahwa studio telah bisa diakses karena film akan segera diputar. Ternyata, sama suaranya.
Untuk tempat duduk, itu cukup nyaman dan lebih luas. Apakah karena yang nonton sepi? Beberapa penonton ada di samping kami pun masih membuat studio terlihat sepi.
Ukuran layar tidak begitu besar seperti yang biasa kami tonton, tapi cukuplah. Apalagi suaranya sangat mumpuni sehingga ini benar-benar terasa di bioskop sekali.
Kami lupa membawa jaket yang biasanya dibawa saat akan nonton. Maklum, pendingin ruangan bioskop biasanya sangat dingin. Dan benar, AC ruangan studio di sini juga benar-benar buat kami kedinginan. Mungkin karena masih baru juga.
Sebelum keluar dari studio karena filmnya telah berakhir, kami memberitahu karyawan tentang layar yang sedikit mengganggu saat menonton. Yah, semoga saja saat kami akan menonton lagi di sini, masalahnya sudah teratasi.
Harga tiket
Sejak kami tahu bioskop ini diumumkan, kami merasa manajemennya kreatif. Terutama sisi pemasaran. Baru kali ini ada harga tiket bioskop yang dibundling atau dipaketin dengan minuman. Dan itu mengaburkan harga aslinya yang padahal terbilang murah untuk harga tiket sebuah bioskop.
Yang belum lihat postingan kami sebelumnya di blog dotsemarang, di sana sudah dibocorkan, untuk harga tiket bioskop di NSC Mangkang. Berikut tarifnya :
- Senin-Rabu : 25 ribu + minuman
- Kamis-Jum'at : 30 ribu + minuman
- Sabtu-Minggu/libur : 35 ribu + minuman
Nah, harga minumannya dibandrol 9 ribu semua di atas. Dan minuman tersebut ditawarkan dengan 3 varian. Saa kami beli tiket di sana, pilihannya ada air mineral, frutea dan teh kotak. Setelah membayar, kami diberi 2 bukti pembayaran selain tiket film di atas. Di bawah ini transaksi untuk minumannya. Ingat, ini harga blunding. Jadinya 30 ribu + 9 ribu, totalnya 41 ribu rupiah.
Bila beli normal di luar, tentu harga minumannya tidak mahal seperti di dalam bioskop. Tapi, begitulah bisnis dan semua jaringan bioskop di Tanah Air pun melakukan hal yang sama.
Untuk mengetahui jadwal film yang diputar di bioskop Mangkang, kamu bisa cek di akun Instagram @nscmangkang sementara ini. Entah, kedepannya apakah ada aplikasi seperti yang lain atau tetap di Instagram saja.
Fasilitas
Sejak niat kami ingin melihat langsung seperti apa bioskop di Aneka Jaya Mangkang, kami sudah menyiapkan uang tunai di dompet kami. Padahal biasanya kami selalu mengandalkan non tunai.
Dan benar, pembayaran tiket film di bioskop Mangkang masih menggunakan tunai. Belum ada fasilitas QRIS untuk saat ini. Namun ada bocoran, jika ke depannya pembayaran bisa dilakukan dengan non tunai menggunakan QRIS dan lewat aplikasi DANA seperti bioskop-bioskop di bawah naungan NSC lainnya.
Fasilitas lainnya yang kami cari adalah colokan listrik. Di sini rasanya tidak ada sama sekali, jika ada pun mungkin karena tersembunyi. Jadi jangan tanya apakah ada WiFi juga di sini.
Sedangkan toilet, letaknya mudah terlihat mata. Tidak besar, tapi sudah lebih dari cukup. Kami harap penonton dapat ikut merawatnya, mengingat toilet terkadang rentan lebih terlihat jelek karena usia (waktu) ke depannya.
📝 Halaman ini bukan konten berbayar atau kerja sama.
...
Kami tiba sebelum jadwal film yang ingin kami tonton jam 12 siang. Suasananya masih sepi. Kami pikir hanya akan ada kami saja yang nonton. Rupanya, beberapa penonton dari kalangan Gen Alpha mulai berdatangan. Lumayan.
Ruangan bioskop, luas lobinya lebih besar dari bioskop di Citra 21 Simpang Lima. Dan dominan warna cokelat dengan karpet seperti yang kamu lihat.
Kami senang bioskop ke-12 ini hadir di sini. Masyarakat Semarang Barat punya alternatif untuk bisa menonton tanpa harus pergi jauh-jauh ke tengah kota.
Apalagi fasilitasnya juga nggak jauh-jauh amat bedanya dan film Indonesia hampir semua ditayangkan film barunya, termasuk film luar (Hollywood) yang tengah tren.
Mari pulang sambil nunggu bus datang lagi. Syukurlah haltenya pas di depan Aneka Jaya, jadi dekat.
Artikel terkait :
Komentar
Posting Komentar