π¬ Fenomena Harusnya Horror di Bioskop Semarang: Modal Sosial Reza Arap Tumbangkan Ulasan Kritis
Bagi penikmat sinema di Kota Semarang, melihat dinamika layar bioskop lokal selalu punya keseruan tersendiri. Kami tak menyangka melihat pemandangan menarik di bioskop menjelang akhir bulan Agustus. Karya sutradara debutan Reza Oktovian mampu bertahan dengan sangat baik. Rilis perdana 20 Agustus 2026, apa yang membuatnya menarik perhatian hingga layar pemutaran Harusnya Horror masih terus terisi? Beberapa ulasan yang beredar di media sosial sebenarnya sempat menyebut film ini tergolong biasa saja secara eksekusi. Dalam kondisi normal di Kota Atlas, ulasan suam-suam kuku seperti itu biasanya menjadi vonis mati singkat: jam pemutaran dipangkas di hari ketiga, lalu lenyap sepenuhnya sebelum genap seminggu. Namun, memasuki pemutaran hari ke-10, film ini justru menunjukkan daya tahan yang cukup anomali. Layarnya masih bertebaran di berbagai bioskop Semarang, bahkan berhasil mengamankan jatah jam tayang di Mall 23 XXI—lokasi yang biasanya sangat selektif dan lebih sering memprioritaskan ril...